Ginting Diminta Main Eksplosif Demi Perunggu Olimpiade Tokyo

Legenda tunggal putra Indonesia Hariyanto Arbi optimistis Anthony Sinisuka Ginting bakal meraih medali perunggu dari Olimpiade Tokyo 2020.
Ginting akan berebut medali perunggu bersama dengan wakil Guatemala, Kevin Cordon di Musashino Sports Plaza, Senin (2/8). Pertandingan akan digelar pukul 20.0 waktu setempat atau pukul 18.00 WIB.

“Peluang besar dong [bawa pulang perunggu]. Kalau si Ginting mainnya normal, saya rasa dia akan menang lawan Guatemala itu. Saya optimistis,” kata Hariyanto Arbi kepada CNNIndonesia.com, Senin (2/8).

Pilihan Redaksi
Chen/Jia Jelang Lawan Greysia/Apriyani: Hanya Ada 1 Juara
Efek Emas Lompat Tinggi Dibagi Dua pada Klasemen Olimpiade
Legenda: Greysia/Apriyani Tahu Apa yang Harus Dilakukan
“Kalau saya lihat, Ginting ini tiga tahun ke depan bisa lebih siap untuk merebut emas di Paris [Olimpiade 2024]. Secara usia juga masih muda, mainnya bagus kok. Ini pengalaman Olimpiade pertamanya, bisa dapat perunggu saja sudah bagus, sudah memuaskan,” imbuhnya.

Kevin Cordon buat kejutan besar di Olimpiade Tokyo 2020. (REUTERS/LEONHARD FOEGER)
Perebutan medali perunggu Olimpiade Tokyo bakal jadi pertemuan pertama Ginting dengan Kevin Cordon yang ditangani pelatih asal Indonesia, Muamar Qadafi. Namun, di atas kertas Ginting dianggap Hariyanto Arbi lebih berpeluang meraih perunggu.

“Ginting harus main dengan cara Ginting. Senjata dia di lapangan, menyerang sejak awal dan eksplosif harus sejak awal dia keluarkan. Saya lihat permainannya bagus kok Ginting,” ujarnya.
Meski begitu Ginting juga tetap harus waspada terhadap Kevin Cordon. Sebab, bisa masuk ke semifinal di ajang Olimpiade itu artinya dia punya penampilan yang bagus.

“Menurut saya Cordon ini penampilannya juga cukup bagus buktinya bisa masuk ke semifinal di Olimpiade. Dia punya skill teknik dan gerakan netting yang bagus. Pengaruhnya Qadafi ini bagus, saya kenal karena dia dulu pemain PB Djarum. Pernah kontak sudah lama. Dulu dia di Peru setelah itu baru ke Guatemala,” jelasnya.