Harry Kane Sebut Pelaku Rasis Bukan Fan Inggris

Harry Kane mengatakan mereka yang melakukan rasis kepada beberapa pemain Inggris setelah kekalahan final Euro 2020 (Euro 2021) adalah bukan penggemar The Three Lions. Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka menjadi sasaran rasis setelah gagal mencetak gol dalam  adu penalti melawan Italia di final Euro 2020 yang menyebabkan Inggris kalah. “Tiga pemuda yang brilian sepanjang musim panas memiliki keberanian untuk melangkah dan mengambil penalti yang pertaruhannya sangat tinggi,” kata Kane di twitternya.

Mereka pantas mendapat dukungan bukan pelecehan rasis yang keji yang mereka alami sejak tadi malam. Jika Anda melecehkan siapa pun di media sosial, Anda bukan penggemar Inggris dan kami tidak pernah menginginkan Anda.” Sementara itu, pelatih timnas Inggris Gareth Southgate juga tidak memaafkan aksi rasis yang menyerang anak asuhnya. “Bagi beberapa dari mereka, dilecehkan benar-benar tidak dapat dimaafkan. Saya tahu serangan itu ada yang datang dari luar negeri, dan ada juga yang dari dalam negeri,” ucap Southgate dikutip dari RTE Sport. “Bukan itu yang kami perjuangkan. Kami telah menjadi mercusuar dalam menyatukan orang-orang yang dapat berhubungan dengan tim nasional, dan tim nasional berdiri untuk semua orang dan kebersamaan itu harus terus berlanjut.”
Menurutnya, timnas Inggris telah menunjukkan persatuan yang kuat di Euro 2020 dengan tidak memandang latar belakang ataupun warna kulit. “Kami telah menunjukkan kekuatan yang dimiliki negara kami ketika bersatu dan memiliki energi dan kepositifan bersama,” kata Southgate. “Kami bangkit bersama sebagai sebuah tim sekarang, dan kami ada di sana untuk mereka, dan saya tahu 99 persen publik juga akan demikian.”

Tags :