Havertz Tak Sabar Dengar Lagu Liga Champions di Final

Bintang Chelsea, Kai Havertz, tak sabar menanti kumandang lagu Liga Champions dalam partai final melawan Manchester City akhir pekan ini.

Bagi pemain asal Jerman tersebut, bermain di final dan menjadi juara Liga Champions adalah impian masa kecil.

“Ini mengenai kesediaan memberikan yang terbaik, bersenang-senang, dan semoga menjadi juara. Berada di lorong, berjalan ke luar, mendengarkan anthem, dan bermain dengan sebaik mungkin selama 90 menit. Itu adalah impian masa kecil yang sudah tercapai tapi belum terpenuhi,” kata Havertz.

 

Lagu Liga Champions yang selalu diputar dalam setiap laga Liga Champions memiliki nama resmi UEFA Champions League Anthem diciptakan komposer asal Inggris, Tony Britten, pada 1992.

Havertz memiliki kepercayaan diri Chelsea bisa meraih gelar kedua di ajang Liga Champions bersama Thomas Tuchel yang musim lalu membawa PSG ke final namun kalah dari Bayern Munchen.

“Kami mendapatkan kepercayaan diri selama beberapa bulan terakhir karena hasil-hasil bagus yang kami raih dan cara kami bermain. Kepercayaan diri sangat penting dalam sepak bola dan kepercayaan diri kami telah meningkat pesat dan itu bisa menjadi perbedaan,” ujar Havertz dikutip dari situs resmi Chelsea.

“Kami butuh kemenangan dan kami akan melakukan segala hal untuk meraihnya,” sambung pemain 21 tahun itu.

Kepercayaan diri Havertz diraih melalui kemenangan-kemenangan dalam fase gugur Liga Champions melawan Atletico Madrid, Porto dan Real Madrid.

“Pertandingan favorit saya adalah leg kedua melawan Real Madrid ketika kami memastikan ke final. Itu sungguh bagus. Ada beberapa pertandingan bagus, tetapi buat saya pertandingan melawan Real adalah yang terbaik,” tukasnya.”Porto dan Atletico adalah lawan yang sulit karena kekuatan pertahanan mereka. Mereka berada di daerah permainan sendiri dan menunggu Anda berbuat salah. Bagi saya itu adalah pertandingan yang sulit.”