Jalan Terjal Reinkarnasi Timnas Belanda di Euro 2020

 

Belanda akan datang ke Jerman untuk Euro 2020 (Euro 2021) dengan gairah besar. Ini adalah era reinkarnasi Der Oranje setelah absen di Piala Eropa 2016 dan Piala Dunia 2018.

Faktanya, dalam 30 nama yang dipanggil Frank de Boer untuk Piala Eropa 2020, hanya tersisa dua nama dari skuad Piala Eropa 2012: Maarten Stekelenburg dan Luuk de Jong. Adapun dari skuad Piala Dunia 2014, saat meraih peringkat ketiga, hanya tersisa 7 nama.

Dengan kata lain, Belanda datang dengan pemain-pemain yang belum punya pengalaman di Piala Eropa. Namun, Frank de Boer percaya diri sebab sebagian besar pemainnya menjadi tulang punggung klub-klub besar Italia, Inggris, dan Spanyol.

 

Jika mengacu hasil pertandingan Grup C babak kualifikasi Liga Eropa 2020, kekuatan Belanda lumayan menjanjikan. Dari 8 pertandingan, Matthijs de Ligt dan kawan-kawan hanya sekali kalah dan imbang, sisanya menang.

Satu-satunya kekalahan tersebut tercipta saat menghadapi Jerman, yang akhirnya menjadi juara Grup C. Meski pertahanan Belanda kukuh, hanya kebobolan 7 kali, lini serang tak begitu tajam karena hanya melesakkan 24 gol, tertinggal 6 gol dari Jerman.

Sepanjang 2020-2021, dari 11 pertandingan yang dilakoni, negara yang dikenal dengan gaya Total Football ini hanya meraih 5 kemenangan. Sisanya, 3 kali kalah dan imbang.

Fakta-fakta ini membuat Belanda tak begitu diunggulkan. Apalagi kapten tim Virgil van Dijk dipastikan absen. Karena kebingungan mencari figur bek tangguh, De Boer sampai memanggil Daley Blind yang sejatinya sudah tidak dalam permainan terbaiknya.

Selain De Ligt (Juventus) dan Stefan de Vrij (Inter Milan), nyaris tak ada pemain bintang di dalam daftar pemain bertahan Belanda saat ini. Memang ada Kenny Tete (Fulham), Joel Veltman (Brighton & Hove Albion), juga Hans Hateboer (Atalanta), tetapi performanya di klub tidak begitu menonjol.

Lini tengah Belanda pun nyaris tanpa kilau. Memang ada gelandang muda Donny van de Beek (Manchester United), Frankie de Jong (Barcelona) dan Ryan Gravenberch (Ajax), tetapi mereka bukan bintang utama di klub masing-masing.

Hanya Wijnaldum (Liverpool) dari daftar gelandang pilihan De Boer yang permainannya relatif stabil pada musim ini. Karena Virgil van Dijk absen, Wijnaldum otomatis menjadi kapten.

Untuk deretan striker, pun tak begitu mentereng. Hanya Memphis Depay satu-satunya penyerang Belanda yang tampil gemilang di luar negeri, tepatnya di Prancis. Striker 27 tahun ini mengoleksi 21 gol dari 38 pertandingan bersama Olympique Lyon di semua ajang.

Sisanya, dari 9 striker lainnya yang dipanggil De Boer, hanya Donyell Malen yang mampu mengoleksi gol lebih dari 20 dalam semusim. Pemain PSV Eindhoven ini mencetak 23 gol dari 39 pertandingan di semua ajang, termasuk mencetak 7 gol di Liga Eropa 2020-2021.

Terakhir, daftar kiper yang dipanggil pun meragukan. Hanya Tim Krul yang musim ini tampil reguler bersama Norwich City. Adapun Stekelenburg (Ajax), Marco Bizot (AZ Alkmaar), dan Jasper Cillessen (Valencia) hanya kiper pelapis di timnya masing-masing.

Itu mengapa media-media Belanda tak begitu optimistis dan terus mengkritisi tim pilihan Frank de Boer ini. One Football misalnya, menyebut hampir tidak mungkin era Total Football yang penuh kejayaan itu terulang di dalam Piala Eropa 2020 ini.

De Boer bergeming. “Timnas Belanda adalah tim teman, orang-orang yang bekerja untuk satu sama lain. Saya pikir itu bagus untuk dilihat. Itu juga yang terjadi di Piala Eropa 2000 dan Piala Dunia 1998, di mana kami mencapai semifinal,” ucap De Boer kepada media Belanda, dilansir dari The Hindustan Times.

Adapun Belanda tergabung di Grup C bersama Ukraina, Austria, dan Makedonia Utara. Pertandingan grup ini berlangsung di Bucharest dan Amsterdam mulai 13 Juni hingga 21 Juni. Sebelum itu ada uji coba kontra Skotlandia (2/6) dan Georgia (6/6).