Jelang Lawan Chelsea, Guardiola Kenang Momen Kalahkan MU 3-1

 

Pelatih Manchester City Pep Guardiola kenang momen Barcelona sukses kalahkan Manchester United pada final Liga Champions 2011 di Stadion Wembley, London.

Saat itu, Guardiola bertindak sebagai pelatih Barcelona, sementara Man Utd masih ditangani sang manajer legendaris Alex Ferguson.

Guardiola mengaku sempat berpikir bakal menelan kekalahan dari MU pada laga puncak yang dihelat di Wembley. Sebab, Barcelona sempat kewalahan di 20 menit awal.

 

“Kami berhasil mencapai final dan berkata: ‘Kami akan menang.’ Tapi, dengan cara kami bermain di babak pertama dan 20 menit pertama babak kedua, kami tak bisa tampil lebih baik.”

“Rasanya seperti kami akan tersingkir sebagai sebuah tim dan saat itulah saya mulai berpikir periode di Barcelona sudah berakhir,” kata Guardiola di situs resmi UEFA.

Pada laga tersebut, Barcelona unggul lebih dulu di menit ke-27 melalui gol Pedro Rodriguez sebelum disamakan Wayne Rooney tujuh menit kemudian.

Akan tetapi, Lionel Messi tampil sebagai pembeda lewat gol ciamiknya pada menit ke-54. Kemudian David Villa berhasil menggenapi kemenangan Barcelona menjadi 3-1 lewat gol yang dicetaknya di menit ke-69.

Guardiola mengakui posisi Barcelona saat itu berbeda dengan Man City. Sebab, Blaugarana sudah sering tampil di final Liga Champions sementara City akan menjalaninya untuk pertama kali.

Hanya saja, pelatih asal Spanyol itu yakin skuad terbaik Man City bisa melewati ketegangan dan memenangi trofi Si Kuping Besar edisi kali ini.

Man City akan mencoba membawa spirit Barcelona saat menghadapi Chelsea pada laga final Liga Champions 2020/2021 di Stadion Do Dragao, Porto, Minggu (30/5) dini hari WIB.”Kami bukan tim elite Eropa yang bisa bermain dengan situasi santai atau tenang. Tapi, kami harus melakukannya, yakni bermain dengan ketegangan dan tekanan yang kami miliki tapi kami harus terbiasa bermain dengan cara ini. Saya cukup yakin bahwa kami akan tampil bagus,” tutur Guardiola.

 

Tags :