Jonatan Christie Tak Mau Takabur di Olimpiade Tokyo

Salah satu andalan Indonesia di cabang olahraga badminton, Jonatan Christie, enggan memikirkan status unggulan di fase grup Olimpiade 2020.
Jonatan yang menempati unggulan ketujuh tergabung di Grup G bersama Loh Kean Yew dari Singapura dan Aram Mahmoud yang tampil di bawah bendera Refugee Olympic Team.

Sebagai pemain dengan peringkat tertinggi di antara penghuni Grup G, Jonatan justru waspada dan mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Dari dua orang di grup ini kan paling yang sudah pernah bertemu Loh Kean Yew. Walaupun head to head saya menang 3-0, tapi dari pertemuan terakhir permainan dia sudah jauh lebih baik, jadi ya memang dari match pertama sudah harus fokus dan anggap partai demi partai itu seperti final,” kata Jojo menceritakan ketika menang tiga gim atas Yew di Thailand Terbuka 2021.

“Yang pasti tidak boleh anggap remeh, tidak boleh anggap enteng. Mereka pasti main nothing to lose ya. Jadi saya tidak boleh kalah duluan, terutama di pikirannya. Fokus ke pertandingan dan coba maksimal,” sambungnya dikutip dari rilis PB PBSI.

Jonatan akan mengawali pertandingan pertama melawan Aram Mahmoud di Olimpiade pada 24 Juli, yang merupakan hari pertama penyelenggaraan pertandingan badminton di Olimpiade.

Dari fase penyisihan, hanya juara grup yang berhak melaju ke babak selanjutnya. Jika Jonatan bisa tampil sebagai juara grup, kemungkinan besar akan menghadapi Shi Yuqi yang menjadi unggulan utama Grup H.

Di grup tersebut, Shi Yuqi hanya akan berduel melawan pebulutangkis Malta Matthew Abela menyusul kasus Covid-19 yang menimpa Soren Opti sehingga membuat atlet badminton asal Suriname itu gagal berangkat ke Jepang.

Sementara harapan Indonesia lainnya di sektor tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting, menempati Grup J bersama Sergey Sirant yang membela Rusia dan Gergely Krausz dari Hungaria.