Keputusan Conte Belum Perpanjang Kontrak di Tottenham Timbulkan Efek Domino, Kane dan Son Bisa Pergi

Keputusan Antonio Conte yang tak kunjung memperpanjang kontraknya di Tottenham Hotspur bak menimbulkan efek domino, Harry Kane dan Son Heung-min bisa ikutan pergi.

Hingga kini, Antonio Conte belum menujukkan tanda-tanda akan memperpanjang masa baktinya di Tottenham Hotspur.

Fokus Antonio Conte saat ini adalah membawa Tottenham Hotspur melalui ketatnya Liga Inggris.

Dua bintang utama Tottenham Hpotspur, Harry Kane dan Son Heung-min memiliki situasi yang sejatinya tak jauh berbeda.

Kontrak kedua pemain tersebut akan habis tak lama setelah Antonio Conte menyelesaikan masa bakti di tahun 2023.

Harry Kane berpeluang menorehkan rekor di Liga Inggris andai bisa mencetak gol bagi Tottenham Hotspur saat melawan Wolves

Dikutip dari Transfermarkt, kontrak Harry Kane akan lebih dahulu kedaluwarsa.

Pemain Timnas Inggris tersebut memiliki kontrak hingga 2024 mendatang.

Sedangkan Son Heung-min cuma terpaut satu tahun dari Harry Kane.

Tepatnya, pemain asal Korea Selatan itu memiliki masa bakti hingga 2025.

Bukan tidak mungkin, kedua pemain masih menuggu keputusan Antonio Conte soal perpanjangan kontrak.

Andai Antonio Conte memutuskan memperpanjang masa baktinya, kemungkinan besar keduanya akan mengikuti jejak sang pelatih.

Pasalnya, Antonio Conte memiliki rencana yang jelas dengan keduanya.

Kane dan Son memiliki peran super penting di lini depan Tottenham Hotspur bersama Antonio Conte.

Di sisi lain, tak menutup kemungkinan pula bagi Antonio Conte menunggu pergerakan Tottenham Hotspur terlebih dahulu untuk memperpanjang kontrak Kane dan Son.

Ia ingin melihat ambisi Spurs menjadi tim papan atas dengan mengamankan jasa pemain-pemain top mereka.

Jika skenario itu gagal, bukan tidak mungkin tim asal London ini akan mengalami tiga mimpi buruk sekaligus.

Antonio Conte, Harry Kane dan Son Heung-min akan pergi dari Tottenham Hotspur menuju klub lain.

Tottenham Hotspur tengah menjalani start ideal bersama Antonio Conte di Liga Inggris musim ini.

Meski demikian, Antonio Conte pula yang bisa menjadi pembuka lembaran mimpi buruk bagi Tottenham Hotspur dalam beberapa tahun mendatang.

Mimpi buruk Tottenham Hotspur itu tak lain dengan kepastian masa depan Antonio Conte di kursi pelatih.

Pasalnya, masa bakti Antonio Conte di klub ini hanya menyisakan beberapa bulan lagi.

Eks pelatih Juventus tersebut cuma terikat kontrak hingga Juni 2023 mendatang.

Conte kembali ke Juventus?

Juventus menjajaki kemungkinan untuk balikan dengan Antonio Conte di tengah rencana klub memecat Massimiliano Allegri.

Pihak Juventus dikabarkan telah menghubungi pelatih Tottenham Hotspur, Antonio Conte, untuk mengajak kembali lagi ke Kota Turin.

Sebagai informasi, Antonio Conte pernah melatih Juventus dari tahun 2011 sampai 2014.

Dalam jangka waktu tersebut, Antonio Conte berhasil membawa Juventus jadi juara Liga Italia sebanyak tiga kali.

Sebelumnya diinformasikan, Massimiliano Allegri mengalami ancaman pemecatan di Juventus.

Executive Chairman Juventus, Andrea Agnelli dilaporkan telah mencabut perlindungan untuk Massimiliano Allegri, manajemen Bianconeri kabarnya sedang penjajakan dengan calon pelatih baru.

Petinggi Juventus sempat kekeuh mempertahankan Massimiliano Allegri menangani Dusan Vlahovic dkk meski diserbu desakan untuk memecat sang pelatih.

Keputusan eksekutif Juventus untuk tetap mempertahankan Massimiliano Allegri saat itu bukan tanpa alasan.

CEO Juventus, Maurizio Arrivabene, pada sebuah wawancara mengatakan bahwa memecat Massimiliano Allegri saat ini adalah keputusan gegabah.

Menurutnya, Massimiliano Allegri masih layak diberi kesempatan.

Belakangan, muncul lagi kabar bahwa Juventus sedang mempertimbangkan untuk memecat Massimiliano Allegri.

Klub raksasa Liga Italia, Juventus, tampil buruk di awal musim 2022-2023.

Dari 8 laga Liga Italia yang telah dijalani, Juventus baru meraih 2 kemenangan dan sisanya berakhir dengan kekalahan.

Sementara itu, di Liga Champions 2022-2023, I Bianconeri menderita kekalahan beruntun dari dua laga yang telah dilakoni.

Dua kekalahan di Liga Champions 2022-2023 dialami Juventus saat bertanding melawan Paris Saint-Germain dan Benfica di Grup H.

Keadaan ini membuat pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, berada di ujung tanduk alias bisa mengalami pemecatan.

Namun, Allegri malah merasa pekerjaannya di Juventus masih aman-aman saja meski mengalami serangkaian hasil buruk di awal musim 2022-2023.

“Saya tidak merasa pekerjaan saya di sini dalam bahaya,” kata Massimiliano Allegri, dinukil BolaSport.com dari Daily Mail.

“Normal untuk memiliki momen-momen ini dalam sepak bola.”

“Kami perlu bekerja keras dan mengubah situasi,” tutur Allegri menambahkan.