Kisah di Balik Perban Tangan Karim Benzema

Striker Real Madrid Karim Benzema jadi salah satu pemain yang punya ciri khas mengenakan perban tangan. Banyak yang menduga itu sebagai takhayul untuk tampil bagus di lapangan.
Namun, faktanya Benzema harus mengenakan perban sebelum bertanding karena cedera jari tangan yang dialami saat melawan Real Betis pada Januari 2019.

Jari kelingking Benzema patah usai berbenturan dengan pemain Betis Marc Batra. Tim medis memberi tahu proses operasi jari Benzema bisa memakan waktu hingga dua bulan.

Benzema menolak naik meja operasi dan memilih menunggu akhir musim. Operasi berjalan sukses dan tinggal menunggu pemulihan.

Nahas, di awal musim berikutnya Benzema terkena benturan lain yang membuat pemulihan jari tangannya terganggu. Sejak saat itu ia memilih untuk menggunakan perban tangan sebelum bertanding.

Benzema juga kesulitan mendapat waktu pemulihan yang cukup pascaoperasi. Sebab, ia tidak mau cedera tangannya menghambat keinginannya untuk rutin bermain bersama El Real.

Meski jari tangannya bengkok, ketajaman Benzema terjaga. Sejak mengalami cedera tangan, Benzema tetap tampil produktif dengan mencetak di atas 25 gol dalam tiga musim terakhir.

Musim ini, eks bomber Lyon itu juga sudah mengemas dua gol dari tiga pertandingan Madrid di La Liga.

Setelah tiga tahun berlalu, Benzema tidak terburu-buru melakukan operasi tangan. Ia memilih untuk tetap bermain dan cetak gol untuk Madrid ketimbang harus menjalani operasi.

Apapun keputusan Benzema nanti, ia tetap dianggap sebagai striker no.9 legendaris di Real Madrid. Ia disebut-sebut sebagai penerus duo legenda Madrid, Jose Antonio Camacho dan Chendo, yang biasa mengenakan perban di setiap laga.

Tags :