Kisah Guardiola Sangat Kagum pada Roberto Baggio

 

Pelatih Manchester City Pep Guardiola mengaku sangat mengagumi Roberto Baggio, baik saat masih jadi pemain maupun saat ini sebagai pelatih.

Guardiola menyatakan pelatih dan pemain legendaris Barcelona, Johann Cruyff sangat penasaran dengan Baggio.

“Johan Cruyff selalu berbicara hebat tentang Baggio. Dia ingin melihat Baggio di liga penuh teknik seperti La Liga dan penasaran melihat kemungkinan Baggio bakal beradaptasi dengan sepak bola Spanyol.”

 

“Baggio bisa saja bermain dimanapun, namun di era itu, mustahil meyakinkan Baggio untuk meninggalkan Serie A. Pemain-pemain terbaik ada di Italia dan semua pemain ingin bermain di sana,” ucap Guardiola pada Corriere dello Sport, dikutip dari Football Italia.

Guardiola akhirnya merasakan sensasi satu tim dengan Baggio ketika ia memutuskan bergabung ke Brescia.

Manchester City's head coach Pep Guardiola, right gestures to his players during the English Premier League soccer match between Manchester City and Leicester City at the Etihad stadium in Manchester, England, Sunday, Sept. 27, 2020. (Martin Rickett/Pool via AP)Pep Guardiola mengaku sangat kagum pada sosok Roberto Baggio. (Martin Rickett/Pool via AP)

“Saya ingin bermain di luar negeri. Saya lalu berpikir: ‘Bila Baggio ada di sana [Brescia], berarti mereka ingin melakukan hal yang serius’. Pilihan saya terbukti tepat.”

“Baggio adalah pemain sepak bola terbaik dan memperlakukan tiap orang dengan cara yang sama, mulai dari presiden klub hingga pekerja gudang,” ucap Guardiola.

Pilihan Baggio untuk menjauh dari dunia sepak bola juga mendapat pujian dari Guardiola.

“Kita semua hidup di dunia ketika semua orang berharap mendapatkan perhatian dari orang-orang yang jauh dari kita, dibandingkan mendapat cinta dari orang-orang terdekat.”

“Baggio adalah kebalikan dari itu semua, dia memilih cinta dari orang-orang terdekat dibanding jadi pusat perhatian. Dia memilih kehidupan dalam lingkup kecil, bersama keluarga, cara hidup agama Budha, dan menikmati hal-hal kecil,” tutur Guardiola.

Guardiola lalu berkhayal bahwa suatu hari ia bisa meyakinkan Baggio untuk kembali ke dunia sepak bola.

“Ketika saya 72 tahun dan datang ke Italia sebagai pelatih, saya akan memintanya untuk menjadi asisten saya.”

“Saya akan coba meyakinkannya untuk kembali ke dunia sepak bola. Namun kita semua tidak akan bisa meyakinkan Baggio, dia yang akan memutuskan.”