Latih Tanding di Jepang, Tim Badminton Indonesia Jaga Prokes

Berlatih tanding melawan tim asal Jepang dan menjaga protokol kesehatan yang ketat menjadi perhatian tim badminton Indonesia dalam persiapan jelang Olimpiade 2020.
Setelah tiba di Jepang pada Jumat (9/7), kini tim badminton Indonesia sudah menjalani latihan dan sparring. Untuk latih tanding, tim Indonesia dibantu kehadiran tim lokal Hitachi dan Saishunkan.

Tim Indonesia yang berada dalam bubble guna mencegah terpapar virus corona membuat dua tim lokal tersebut juga harus mengisolasi diri demi keamanan Hendra Setiawan dan kawan-kawan.
Ada sekitar sepuluh pemain dari klub Hitachi dan Saishunkan. Selama menjadi sparring, mereka juga menjalani tes usap tiap hari. Mereka pun dikarantina. Cuma bisa dari hotel ke tempat latihan,” ujar Eddy Prayitno, manajer tim bulutangkis Indonesia.

Rombongan tim badminton Indonesia yang berisi 25 orang hanya membawa empat atlet sebagai lawan latih tanding, yakni Shesar Hiren Rushtavito, Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, dan Zachariah Josiahno Sumanti.

“Karena ada pembatasan dari pihak pemerintah Jepang dalam menanggulangi penyebaran pandemi, PBSI pun tidak bisa membawa sparring dalam jumlah sesuai kebutuhan.”

“Akhirnya bekerja sama dengan asosiasi bulutangkis Jepang, pemerintah Kumamoto, dan klub setempat, selama training camp dibantu pemain lokal,” jelas Eddy kepada CNNIndonesia.

Saat ini tim bulutangkis Indonesia menjalani latihan di Kumamoto hingga bertolak ke perkampungan atlet di Tokyo pada 19 Juli.
Wakil-wakil Merah Putih akan menjalani pertandingan badminton di Olimpiade pada 24 Juli atau satu hari setelah upacara pembukaan.