Makan Sebelum Lapar dan Berhenti Sebelum Kenyang, Ini Penjelasan Ilmiahnya

TEMPO.COJakarta – Rasa lapar menjadi sinyal ketika tubuh membutuhkan makanan sehingga perlu diisi kembali. Namun, seseorang hendaknya jangan makan ketika rasa lapar tersebut muncul dan sebaiknya berhenti ketika sinyal kenyang dalam perut belum hadir. Lantas, mengapa demikian?

Berikut terdapat penjelasan ilmiah mengenai argumen tersebut yang akan dibagi menjadi dua uraian agar lebih jelas.

Alasan Makan Sebelum Lapar

Secara ilmiah, terdapat tiga alasan utama mengapa seseorang hendaknya makan sebelum lapar. Berikut tiga alasan tersebut, yaitu:

1. Lapar akan membuat seseorang makan berlebihan

Seseorang ketika melewatkan satu waktu makan secara tidak teratur akan menjadi berlebihan ketika menyantap makanan di waktu makan selanjutnya. Sebab, tubuh terlalu lama tidak diisi sehingga kadar gula darah akan menurun. Mengutip cornell.edu, ketika seseorang melewatkan waktu makan dan membiarkan tubuhnya kelaparan, nantinya akan memilih sebanyak 31 persen junk food daripada seseorang yang makan camilan sebagai pengganjal ketika waktu makan tiba.

2. Lapar tidak menurunkan berat badan

Sebagian orang menganggap bahwa membiarkan tubuhnya kelaparan ketika diet adalah cara efektif. Padahal, anggapan tersebut salah karena ketika seseorang merasa lapar, akan memiliki kemungkinan besar untuk menyantap makanan yang tidak sehat dengan porsi lebih banyak.

3. Lapar menjadikan seseorang tidak bijak memilih makanan

Saat gula darah seseorang turun, secara emosional ia tidak bisa mengendalikan sesuatu yang dimakan. Sebab, seseorang yang terlalu lapar akan ingin memakan apa pun yang enak, meskipun tidak sehat tanpa berpikir dua kali.

Alasan Berhenti Makan Sebelum Kenyang

Mengutip Buku Pintar Sains dalam Al-Qur’an, menurut agama Islam, makan secara berlebihan memang dilarang. Nabi Muhammad pun telah menganjurkan sebaiknya perut diisi menjadi tiga bagian, yaitu sepertiga untuk makanan, sepertiga air, dan sepertiga udara. Sementara itu, berdasarkan ilmiah, makan pun hendaknya berhenti sebelum kenyang karena terdapat beberapa alasan, sebagai berikut.

1. Mengalami gangguan pencernaan

Jika jumlah makanan dalam lambung melebihi kapasitas enzim pencernaan yang diproduksi, maka makanan menjadi tidak sempurna ketika dicerna tubuh sehingga menyebabkan fermentasi dan menimbulkan gas. Tubuh seseorang akan memberi tanggapan berupa rasa sakit perut, bahkan tidak jarang orang tersebut juga mengalami muntah. 

2. Menghasilkan radikal bebas dalam tubuh 

Oksigen yang dihirup seseorang akan diubah secara konstan menjadi senyawa reaktif sebagai satu bentuk radikal bebas. Produksi radikal bebas dalam tubuh terjadi akibat aktivitas aerobik, termasuk makan. Saat makan berlebihan, seseorang akan memerlukan oksigen yang banyak karena produksi radikal bebas meningkat. Akibatnya, dalam tubuh seseorang akan memproduksi radikal bebas yang berlebihan. Hal ini tentunya akan menyebabkan berbagai penyakit, seperti stroke, kanker, dan diabetes melitus.

3. Meningkatnya kadar gula darah

Kadar gula darah akan meningkat ketika seseorang menyantap makanan yang memiliki indeks glikemik (IG) tinggi secara berlebihan. Saat kadar gula darah meningkat, tubuh akan segera memproduksi hormon insulin secara besar-besaran untuk menurunkan kadar gula darah. Tubuh pun akan menyimpan banyak lemak sehingga menyebabkan seseorang mengalami kencing manis dan obesitas, seperti dilansir clevelandclinic.org.

4. Menurunkan kebugaran

Makan berlebihan sampai kenyang menyebabkan saluran pencernaan bekerja secara keras sehingga tubuh lemas dan malas. Selain itu, kenaikan gula darah mengakibatkan produksi insulin melimpah yang memicu asam amino masuk dalam otak dan membuat seseorang cepat mengantuk.

Tags :