Pelatih Portugal Menyesal Mainkan Ronaldo Lawan Man Utd

Pelatih timnas Portugal Fernando Santos mengaku menyesal memainkan Cristiano Ronaldo dalam laga uji coba Sporting Lisbon vs Manchester United pada 2003 silam.
Santos merupakan salah satu sosok yang berpengaruh dalam karier Cristiano Ronaldo sejauh ini. Bukan saja karena Santos pelatih Portugal saat juara Euro 2016, tetapi juga pelatih Sporting Lisbon ketika Ronaldo masih muda.

Pelatih 66 tahun itu melatih Sporting pada 2003 setelah pindah dari Panathinaikos. Dalam laga uji coba pramusim itu Santos memainkan Ronaldo lawan Man Utd.

Pemain berjuluk CR7 itu tampil memukau, hingga akhirnya direkrut Setan Merah setelah laga persahabatan tersebut. Kepergian Ronaldo 18 tahun silam itu kini jadi penyesalan bagi Santos.

“Saya mengatakan kepada Reinaldo dan yang lain untuk mengoper bola ke Ronaldo. Kemarin mereka [Man Utd] menunjukkan mengapa mereka melakukannya,” ujar Santos dikutip dari AS.

Fernando Santos pelatih Cristiano Ronaldo di Sporting. (REUTERS/PEDRO NUNES)
“Pada 2003 itu juga sama [semua mengoper ke Ronaldo]. Saya memiliki penyesalan membuat dia bermain melawan Manchester United. Dan saya kehilangan dia,” ucap Santos menambahkan.

Di mata Santos, dengan kualitas yang dimiliki, Ronaldo merupakan pemain yang bisa diandalkan. Terlebih lagi setelah melihat beragam pencapaian kapten timnas Portugal itu di level klub maupun tim nasional.

“Setelah semua yang dilakukan Ronaldo, dengan pencapaiannya, normal bagi rekan satu tim barunya mengoper bola kepadanya,” tutur Santos.

Santos juga menceritakan bagaimana konsistensi Ronaldo dalam berlatih. Sejauh ini Ronaldo dikenal sebagai tipikal pekerja keras, baik saat pertandingan maupun latihan. Konsistensi itu sudah dimulai sejak di Sporting Lisbon.

“Ketika dia masih muda, di Sporting, suatu hari saya panggil dia ke kantor. Dan saya bilang kepada dia, kalau dia memiliki masalah dalam duel udara,” ucap Santos.

“Keesokan harinya, ketika dia latihan, sudah ada empat atau lima pemain di sana. Dia di tengah dan berusaha melompat lebih tinggi dan lebih tinggi,” kata Santos melanjutkan.