Peraih Emas 100m Putra Olimpiade Jacobs Diduga Pakai Doping

Sprinter Italia Lamont Marcell Jacobs diduga menggunakan doping usai meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 cabang atletik nomor lari 100m putra.
Pada final nomor bergengsi di Olimpiade itu, Jacobs mencatatkan waktu 9,80 detik di Stadion Nasional Tokyo, Minggu (1/8). Torehan itu lebih cepat 0,04 detik atas sprinter Amerika Serikat, Fred Kerley yang meraih perak, sedangkan perunggu diraih Andre de Grasse dari Kanada dengan 9,89 detik.

Waktu tempuh yang dibukukan Jacobs tersebut memecahkan rekor Eropa, sekaligus melewati catatan terbaiknya sendiri, 9,84 detik.

Akan tetapi, prestasi Lamont Jacobs di Olimpiade Tokyo justru mendapatkan perhatian miring dari sejumlah media asing.

Usai kemenangan pelari 26 tahun itu, media Amerika Serikat Washington Post menulis “sejarah trek dan lapangan menimbulkan kecurigaan pada peningkatan yang tiba-tiba dan luar biasa”. Hal itu merujuk pada kasus doping sebelumnya.

Lamont Jacobs pecahkan rekor nasional dan Eropa usai raih emas Olimpiade. (REUTERS/PHIL NOBLE)
Hal serupa dilakukan The Times yang ikut membawa sejarah kelam atletik terkait penggunaan doping oleh pesertanya.

“Berarti kedatangan bintang baru akan membuat mereka semakin skeptis,” kata The Times.

Tudingan miring kepada Jacobs soal penggunaan doping dibantah Komite Olimpiade Italia (CONI) Giovanni Malago. Malago mengecam segala dugaan penggunaan doping oleh Jacobs.

Pernyataan beberapa rekan sangat disayangkan dan memalukan dari setiap sudut pandang,” kata Malago kepada Rai Radio 1 dikutip dari Reuters.

“Kita berbicara tentang atlet, dalam hal ini, yang menjalani pemeriksaan anti-doping yang sistematis dan setiap hari,” ucap Malago menambahkan.

Malago menjelaskan Jacobs sudah melewati serangkaian pemeriksaan doping setelah meraih emas Olimpiade yang juga mencetak rekor nasional serta Eropa.
Ini benar-benar sesuatu yang tidak menyenangkan, itu menunjukkan beberapa orang tidak bisa menerima kekalahan,” tutur Malago.

Lamont Jacobs adalah salah satu dari beberapa atlet papan atas yang mengenakan sepatu lari baru yang menampilkan sol karbon ‘peningkat performa’ saat meraih emas Olimpiade.

Atlet-atlet di Tokyo juga memuji trek lari yang menghasilkan sejumlah rekor dunia, benua, dan nasional, baik dari nomor sprint hingga jarak menengah.