Peringatan dari PSSI untuk Pelaku Pukul Wasit, Ada 6 Pemain jadi Tersangka

ENREKANG – Pemain sepak bola yang pukul wasit di lapangan harus siap-siap menerima konsekuensi hukuman.

PSSI kini makin tegas dan siap membawa insiden pemukulan dan pengeroyokan di dalam lapangan ke ranah hukum.

Terbukti, setelah viral pemukulan dilakukan pemain kepada wasit Romi Daeng Rewa dalam Final Liga 3 Sulawesi Selatan antara Gasma Enrekenang kontra PS Nene Mallomo Sidrap, enam orang ditetapkan jadi tersangka.

Akibat kekerasan yang terjadi di Stadion Bumi Massenrempulu, Enrekang, Jumat (24/12) lalu, Wasit Romi harus dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan sepuluh jahitan.

 

Pihak kepolisian Enrekang, Sulawesi Selatan langsung bergerak cepat sehingga pelaku ditangkap dan menjadi tersangka.

 

Saat ini polisi sudah menahan dua orang tersangka, yakni Ilham Selano dan Arman Surianto.

Sedangkan empat tersangka lainnya, yakni Safwan, Muhammad Syamdan, Al Ashari, dan Ilham, masih dalam pengejaran.

 

Keenam tersangka itu merupakan para pemain PS Nene Mallomo Sidrap. Para tersangka dijerat dengan pasal Pasal 170 juncto Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun.

“Kami melakukan gelar perkara dan telah kami tetapkan sebanyak enam orang tersangka,” ungkap Kapolres Enrekang AKBP Andi Sinjaya seusai gelar perkara, Sabtu (25/12) dilansir situs PSSI.

Bukti yang dikumpulkan oleh pihak kepolisian untuk menetapkan enam orang itu jadi tersangka antara lain hasil visum, video, sepatu pemain dalam laga dan baju yang dipakai wasit.

“Dua orang sejauh ini sudah kami lakukan penahanan,” paparnya.

Di sisi lain, Sekjen PSSI Yunus Nusi berterima kasih kepada Asprov PSSI Sulsel dan pihak kepolisian yang bergerak cepat setelah menerima laporan.

 

“Terima kasih banyak kepada semua yang membantu untuk menyelesaikan kasus ini,” tuturnya.

Yunus berharap langkah dari pihak kepolisian ini bisa menjadi efek jera bagi siapa saja di sepak bola. Melalui sikap tegas dan membawa ke ranah hukum, tak boleh ada lagi melakukan kekerasan terhadap perangkat pertandingan sepak bola.

“Ketum PSSI M Iriawan juga sudah berkomunikasi dengan Kapolres Enrekeng, ini jadi pelajaran dan jangan sampai terulang lagi di tempat lain,” tegasnya.

Sejatinya, kasus penyerangan terhadap wasit bukan hanya terjadi di Sulsel. Di daerah lain juga sempat terjadi, tetapi Asprov Sulsel menjadi pionir yang membawa masalah pemukulan dan pengeroyokan terhadap wasit ke ranah hukum.