Pernah Jadi Alat Propaganda Politik di Mesir, Inilah 4 Fakta Menarik Mainan Anak Latto-latto

TEMPO.COJakarta – Mainan Latto-latto kini lagi ngetren terutama di kalangan anak-anak. Mainan unik ini terdiri dari dua plastik berbentuk bola padat dan diikat masing-masing pada seutas tali yang sama panjang. Saat kedua bola digoyangkan naik turun, menimbulkan suara tak dan tok secara berulang. 

Di balik keseruan memainkan Latto-latto, tidak banyak yang mengetahui ternyata ada fakta menarik tentang mainan anak yang lagi ngetren ini. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut beberapa fakta menarik mainan anak Latto-latto:

1. Latto-latto Sudah Ada Sejak 1960-an 

Mainan anak Latto-latto sebenarnya sudah ada sejak 1960-an yang dinamai Clackers Balls Toys. Melansir situs Quartz, asal-usulnya dari Amerika Serikat yang terinspirasi oleh Eskimo yo yo–mainan tradisional budaya asli Alaska. Pada awal 1970-an, Clackers begitu populer hingga sampai penduduk provinsi kecil di Italia Utara, Calcinatello. 

2. Latto-latto Mirip Senjata Berburu di Amerika Selatan 

Latto-latto yang berupa dua bola plastik yang digantung dengan tali sederhana mirip dengan Boleadoras atau Bolas. Ini adalah senjata berburu yang digunakan oleh para gaucho Amerika Selatan. Kala itu, senjata ini difungsikan dengan cara dilemparkan pada kaki binatang untuk melilit dan melumpuhkannya, melansir Britannica. 

3. Sempat Dilarang di Amerika karena Berbahaya 

Mulanya, bola pada Clackers atau Latto-latto terbuat dari kaca temper. Lantaran sifatnya yang bisa pecah saat dimainkan, serpihan kaca dimungkinkan mengakibatkan cedera parah dan apabila terkena mata berisiko mengalami kebutaan. Akibat hal ini, pihak Drug Administration AS akhirnya melarang penjualan Clackers di negara tersebut. 

4. Digoreng untuk Propaganda Politik di Mesir 

Pada 2017, mainan Latto-latto atau dalam bahasa Mesir disebut Sisi’s Balls dijadikan alat propaganda politik. Laman Groove History menjelaskan, penyebutan nama Sisi’s Balls atau “Bolanya Sisi” merujuk pada buah zakar milik Presiden Mesir saat itu, Abdel Fattah el-Sisi. Dengan alasan itu, polisi setempat menangkap penjual dan menyita mainan Latto-latto yang kini lagi ngetren di kalangan anak-anak itu karena dianggap menyinggung pemerintah.