Pernikahan Kaesang Pangarep – Erina Gudono, Tahapan Soal Prosesi, Akses Tamu, dan Busana

TEMPO.COJYogyakarta – Pernikahan putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono akan melalui sejumlah prosesi adat di Yogyakarta sebelum akad pada 10 Desember 2022. Pemilik Wedding Organizer Pengantin Production, Dani Wigung, membeberkan prosesi adat akan digelar mulai 8 Desember di kediaman Erina, Dusun Purwosari RT 03/RW 59 Sinduadi, Kecamatan Mlati, Sleman Yogyakarta.

Panggung untuk Hadroh dan Penempatan Gamelan

“Jadi selain mulai memasang tenda-tenda, nanti juga ada panggung untuk acara hadroh pas pengajian dan semaan Al-Quran pada 8 Desember,” kata Dani, Kamis 1 Desember 2022. Di area panggung itu juga akan ditempatkan sejumlah instrumen gamelan untuk mengiringi acara adat.

Dani menambahkan pada pernikahan ini digelar sejumlah rangkaian upacara adat. Mulai pemasangan tarub, bleketepe, dan tuwuhan. Pada 9 Desember, upacara berlanjut ke prosesi siraman, nyantri, dan midodareni.

“Mbak Erina dan Mas Kaesang akan menjalani siraman secara terpisah,” kata Dani.  Erina akan menjalani siraman di Yogyakarta, sedangkan Kaesang di Solo.

GKR Hemas dan GKBRAA Paku Alam Ikut Prosesi Siraman

Saat siraman Erina, sedikitnya ada tujuh orang yang diperkirakan melakukan prosesi itu. Antara lain ibunda Erina, permaisuri Raja Keraton Yogya Sri Sultan HB X, GKR Hemas dan permaisuri Raja Puro Pakualaman Paku Alam X, GKBRAA Paku Alam.

“Saat ini, sebelum prosesi digelar, Mbak Erina juga sedang menjalani pingitan atau berada di rumah, jadi aktivitasnya terus dipantau keluarga,” kata dia. Adapun pascapelaksanaan akad nikah pada 10 Desember yang diadakan di Pendopo Royal Hotel Ambarrukmo, akan dilanjutkan dengan prosesi panggih pengantin sekaligus dahar tasyakuran.

2 Opsi Busana Adat Pengantin

Dani mengatakan, soal adat pengantin yang akan digunakan ada beberapa opsi. Namun ia memperkirakan pengantin akan memakai busana Yogyakarta. “Mbak Erina masih mempertimbangkan, antara Paes Ageng dan Jogja Putri, tetapi yang jelas memakai gaya Yogyakarta, Gagrak Jogja,” kata dia.

Dani menambahkan selama prosesi adat digelar, hanya tamu undangan yang diperkenankan berada di sekitaran lokasi kediaman Erina. Ini berdasarkan permintaan jumlah pemasangan tenda dari keluarga mempelai ke pihak Dani. “Jadi selama prosesi siraman dan midodareni itu jumlah tamu dibatasi hanya 150 orang saja, keluarga dan undangan, untuk akses masuk semua tamu juga diatur memakai barcode,” kata dia.