Premier League Diminta Berhenti Usai Ledakan COVID-19

Kasus COVID-19 yang kembali meledak di Inggris menimbulkan kekhawatiran tersendiri buat pihak-pihak internal Premier League. Sejumlah pihak bahkan meminta agar Premier League dihentikan sementara sampai situasi membaik.

Manajer Brentford, Thomas Frank, meminta agar Premier League dihentikan sementara lantaran kasus COVID-19 di Inggris makin mengkhawatirkan. Apalagi, di internal Premier League, kasus positif bermunculan setiap harinya.

“Kami rasa, seluruh pertandingan Premier League pekan ini ditunda. Kasus COVID-19 yang ditemukan di internal Premier League telah membuat susah semua orang di dalamnya,” ujar Frank dikutip Euro Sport.

1. Harus ada mitigasi

Premier League Diminta Berhenti Usai Ledakan COVID-19

Frank merasa tak cuma Premier League yang harus ditunda. Kompetisi lain seperti Piala Liga juga harus ditangguhkan.

“Setidaknya, ada proses pembersihan dalam empat sampai lima hari agar kamp latihan hingga stadion bersih. Perlu ada mitigasi di internal klub demi memutus mata rantai penularan,” kata Frank.

2. Permintaan Brighton sempat ditolak

Premier League Diminta Berhenti Usai Ledakan COVID-19

Komentar ini keluar setelah permintaan Brighton and Hove Albion agar duel melawan Wolverhampton Wanderers ditunda, ditolak oleh Premier League. Manajer Brighton, Graham Potters, merasa Premier League seharusnya bisa bijak menyikapi ledakan kasus COVID-19 di Inggris jelang libur natal dan tahun baru.

Namun, Potters enggan bicara lebih banyak. Usai Brighton kalah dari Wolves 0-1, Kamis dini hari WIB (16/12/2021), Potters terlihat pasrah dengan kebijakan Premier League.

“Tapi, setidaknya kami berani bicara. Cuma mereka yang bisa membuat keputusan,” ujar Potters.

3. MU dan Spurs jadi yang paling parah terdampak

Premier League Diminta Berhenti Usai Ledakan COVID-19

Kasus COVID-19 di Premier League memang cukup mengkhawatirkan. Manchester United dan Tottenham Hotspur jadi dua klub yang paling parah dampaknya akibat masalah ini.

MU bahkan sempat menutup Carrington demi pencegahan. Kemudian, mereka menerapkan protokol ketat terhadap seluruh pemain, tim pelatih, dan karyawan di sekitar Carrington agar COVID-19 tak meluas di lingkungannya.