Rahasia Ronaldo Tetap Mematikan di Usia 36

Cristiano Ronaldo diyakini bakal bersinar bersama Manchester United di usia 36. Pola makan dan latihan yang disiplin jadi kunci utama sukses Ronaldo.
Kehebatan Ronaldo di lapangan ikut ditentukan dari keseharian di rumah. Mantan juru masak Ronaldo, Giorgio Barone mengungkapkan bahwa CR7 sangat disiplin dalam hal pola makan.

“Tidak ada makanan kategori mahal. Yang ada adalah makanan sehat. Saya menggunakan bahan makanan alami dan organik, ikan, ayam, telur, alpukat, minyak kelapa, dan beras hitam.”

Pola makan yang sehat itu lalu ditunjang oleh konsumsi air putih yang baik. Barone juga menekankan bahwa Ronaldo tidak pernah melakukan latihan secara berlebihan.

“Tentu saja, itu semua dikombinasikan dengan latihan keras. Namun, istirahat juga sama pentingnya dengan latihan dan asupan nutrisi, termasuk istirahat saat siang hari.”

“Dan di malam hari, harus makan lebih cepat, jangan terlalu larut,” kata Barone.

Pola makan Ronaldo juga pernah disinggung oleh Daouda Peeters di Euro 2020 lalu.

“Dia selalu makan yang sama: brokoli, ayam, dan nasi.”

“Cristiano selalu ingin menang dimanapun. Dia juga membantu para pemain muda untuk tumbuh. Dia benar-benar memberi pengaruh,” ujar Peeters seperti dikutip dari Marca.

Peeters juga yakin tubuh atletis Ronaldo adalah hasil dari kecintaannya terhadap profesi.

“Dia tidak melakukan segala macam latihan otot perut demi kesombongan, melainkan karena dia melihat tubuhnya sebagai alat untuk bekerja.”

“Ketika dia ada di klub, fokusnya benar-benar untuk latihan. Dia benar-benar menikmati pekerjaannya.”

Ronaldo memutuskan kembali memperkuat Manchester United di usia 36. Meski sudah berumur, kedatangan Ronaldo lebih banyak disambut dengan aura positif oleh pendukung Manchester United.

Hal itu tak lepas dari fakta bahwa torehan gol Ronaldo masih ada di level atas. Di musim lalu, Ronaldo bahkan mampu mengakhiri musim dengan status sebagai pencetak gol terbanyak Liga Italia.