Tawa Atletico di Akhir Era Emas Barcelona dan Madrid

Atletico Madrid kini bisa tertawa lebar setelah meraih gelar juara Liga Spanyol. Lewat trofi tersebut, Los Rojiblancos mengakhiri era Barcelona dan Real Madrid.

Gelar juara itu jadi milik Los Rojiblancos setelah readyviewed mengalahkan Real Valladolid 2-1 di Stadion Jose Zorilla, Sabtu (22/5).

Barcelona dan Madrid mulai mendominasi La Liga sejak pertengahan tahun 1980-an. Sejak periode itu, tim-tim seperti Atletico, Deportivo La Coruna hingga Valencia sesekali jadi pengganggu keduanya.

Atletico juga yang jadi pembeda di Liga Spanyol saat juara di musim 2013/2014. Tetapi setelah capaian tersebut, Barcelona dan Madrid yang kembali bergantian di podium juara. Sejak musim 2014/2015, Barcelona empat kali juara, sedangkan Madrid dua kali.

Kini, lagi-lagi Atletico yang menjadi perusak kekuasaan Blaugrana dan Los Blancos. Hanya saja, gelar juara Atletico kali ini tampak berbeda dengan musim 2013/2014.

Pada musim ini, klub ibu kota Spanyol itu benar-benar mengakhiri dominasi Barcelona dan Madrid di Liga Spanyol.

Dominasi itu berakhir bukan saja karena Barcelona dan Madrid gagal juara. Tetapi karena ikon kedua klub itu diragukan masa depannya.

Di skuad Barcelona, masa depan Lionel Messi bersama klub yang bermarkas di Camp Nou itu belum jelas. Bahkan, La Pulga dirumorkan akan hengkang ke Manchester City atau Paris Saint-Germain jika tidak bertahan di Barcelona.

Isu Messi hengkang muncul sejak awal musim. Akan tetapi pada masa tersebut, Josep Bartomeu yang masih jadi Presiden Barcelona tidak mengizinkan Messi pergi.

Internal Barcelona juga kerap diterpa konflik. Selain ketidakcocokan ramuan Koeman dengan para pemain, sejumlah pemain senior juga dikabarkan berslisih dengan Messi. Selama bersama Messi, Barcelona mengoleksi 10 gelar Liga Spanyol sejak 2004/2005.

 

Barcelona's Lionel Messi fights for the ball against Real Madrid's Sergio Ramos during the Spanish La Liga soccer match between FC Barcelona and Real Madrid at the Camp Nou stadium in Barcelona, Spain, Saturday, Oct. 24, 2020. (AP Photo/Joan Monfort)Masa deoan Lionel Messi dan Sergio Ramos di Barcelona serta Madrid masih diragukan. (AP/Joan Monfort)

You may also like

Sementara di kubu Madrid, pelatih Zinedine Zidane yang memberikan kejayaan bagi Los Merengues dalam beberapa musim terakhir juga dikabarkan hengkang.

Tidak jauh berbeda, nasib kapten Madrid Sergio Ramos pun masih abu-abu, meskipun cenderung akan pergi dari Madrid. Ramos sendiri sudah mempersembahkan lima gelar La Liga sejak 2006/2007.

Seandainya Messi, Zidane, dan Ramos tidak lagi bersama Barcelona serta Madrid, maka era dua klub raksasa itu bisa dipercaya benar-benar berakhir.

Selama ini, Barcelona selalu identik dengan Lionel Messi yang sudah mengoleksi enam trofi Ballon d’Or. Sedangkan Ramos telah melalui berbagai kesuksesan dengan Madrid.

 

Karena itu, kemenangan di akhir musim 2020/2021 bisa membuat Atletico tertawa lebar, karena di sisi lain, pesaing terkuat mereka masih merenungkan masa depan.Tanpa Messi, Ramos, dan Zidane, rasa dari permainan Barcelona serta Madrid akan berbeda. Bukan tidak mungkin persaingan di Liga Spanyol akan makin ketat, dan tidak lagi mutlak dalam kontrol keduanya.

Selain Atletico, striker Luis Suarez jadi pemain yang girang bukan kepalang setelah tim asuhan Diego Simeone ini jadi kampiun.

Suarez memberikan bukti kepada Barcelona, melepasnya ke Atletico merupakan kesalahan terbesar. Suarez terdepak dari Camp Nou karena dianggap terlalu tua di Barcelona.

Pada kenyataannya, Luis Suarez masih bisa bersaing dalam perburuan gelar top skor Liga Spanyol. Pada akhir klasemen pencetak gol terbanyak musim ini, Suarez menempati peringkat keempat dengan koleksi 21 gol, tertinggal 9 gol di belakang Messi yang jadi top skor musim ini