Tragedi Kanjuruhan, PSSI Terima Dukungan dari Federasi Sepak Bola Malaysia

PSSI selaku induk sepak bola Indonesia menerima dukungan dari Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terkait tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022.

Kaos bertuliskan gate 13 tergantung di pintu bersama syal sebagai penghormatan kepada korban pasca tragedi yang terjadi pada pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 seusai pertandingan bertajuk Derbi Jawa Timur, Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (4/10/2022) siang.

Dukungan tersebut disampaikan oleh Presiden FAM Datuk Hamidin Amin saat berkunjung ke Indonesia pada Sabtu (8/10/2022).

Dalam pernyataannya, Datuk Hamidin turut mengucapkan belasungkawa kepada keluarga besar sepak bola Indonesia.

“Dunia sepak bola turut berduka, dan kami akan selalu ada untuk pencinta sepak bola Indonesia sebagai saudara serumpun,” kata Datuk Hamidin, dikutip dari laman resmi PSSI.

PSSI menyebut kedatangan Datuk Hamidin memberikan dukungan moril kepada keluarga besar sepak bola Indonesia yang tengah terpukul akibat tragedi Kanjuruhan.

Wakil Sekretaris Jenderal PSSI Maiike Ira Puspita yang menerima kedatangan Datuk Hamidin pun mengapresiasi bentuk dukungan tersebut.

“Dukungan untuk Indonesia sangat besar dari dunia sepak bola atas tragedi Kanjuruhan,” ujar Maiike Ira Puspita.

“Kedatangan Presiden FAM Datuk Hamidin Amin secara langsung ke Indonesia meningkatkan kekuatan moril bagi keluarga besar sepak bola Indonesia,” imbuhnya.

Sebelumnya, Indonesia telah mendapat dukungan praktis dari FIFA selaku induk sepak bola dunia.

FIFA memberi dukungan lewat komitmen untuk membantu proses transformasi sepak bola Indonesia.

Komitmen itu terwujud dalam surat resmi FIFA yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

“FIFA akan memberikan dukungan agar tragedi serupa tidak terulang kembali,” tulis FIFA.

“Sebagai bagian dari misi tersebut, FIFA, bekerja sama dengan AFC, akan bekerja dengan pemerintah Indonesia dan PSSI untuk mengatasi kondisi yang memicu peristiwa ini dan secara lebih luas, untuk membantu reformasi sepak bola Indonesia,” demikian tertulis dalam surat resmi FIFA kepada Presiden Jokowi.

FIFA juga menjabarkan lima poin utama dalam agenda transformasi sepak bola Indonesia, salah satunya adalah standar keamanan stadion.

Selain itu, FIFA juga menaruh fokus pada jadwal pertandingan, protokol dan prosedur pengamanan, keterlibatan sosial, serta pendampingan dari para ahli.