Turki vs Italia: Kerikil Tajam di Laga Perdana Gli Azzurri

 

Timnas Italia dituntut langsung tampil on fire saat bersua Timnas Turki pada laga perdana Grup A Piala Eropa Euro 2020 (Euro 2021) di Stadion Olimpico, Sabtu (12/6) dini hari WIB.

Italia tergabung dengan Turki, Wales, dan Swiss di penyisihan Grup. Di atas kertas, skuad asuhan Roberto Mancini lebih diunggulkan untuk melenggang ke putaran berikutnya ketimbang tiga pesaing yang lain.

Italia menyambut Piala Eropa Euro 2020 (Euro 2021) tidak dengan skuad bertabur bintang seperti pada masa lalu. Namun, Gli Azzurri punya keuntungan besar karena tiga laga fase grup akan berlangsung di rumah sendiri.

 

Italia pernah memiliki tim bertabur bintang di Piala Eropa 2000 dan 2004 dengan prestasi terbaik jadi runner up di Piala Eropa 2000. Setelah itu, Italia tidak pernah punya lagi skuad bertabur bintang tiap menghadapi Piala Eropa.

Meski demikian, Italia masih mampu melaju hingga final di Piala Eropa 2012 yang berakhir dengan kekalahan telak 0-4 dari Spanyol.

Italy's coach Roberto Mancini gives directions to his players during the UEFA Nations League soccer match between The Netherlands and Italy at the Johan Cruijff ArenA in Amsterdam, Netherlands, Monday, Sept. 7, 2020. (AP Photo/Peter Dejong)Roberto Mancini sukses membentuk Italia jadi tim yang solid. (AP/Peter Dejong)

Skuad Italia saat ini bisa dikatakan mirip dengan tim yang mereka diandalkan dalam dua partisipasi terakhir Piala Eropa. Italia mengedepankan kolektivitas tim ketimbang bertumpu pada pemain dengan nama besar.

Dengan komposisi skuad seperti itu, Italia tetap mampu jadi tim yang solid. Berkat racikan Roberto Mancini, juara Piala Eropa 1968 itu tidak terkalahkan dalam 27 laga terakhir.

Italia juga begitu impresif di babak kualifikasi Piala Eropa Euro 2020 (Euro 2021). Gianluigi Donnarumma dkk selalu menang dalam 10 laga yang dilakoni untuk lolos sebagai juara grup.

Italia bersama Mancini juga bukan tim yang pragmatis. Gli Azzurri berani bermain menyerang dengan mengandalkan kecepatan Lorenzo Insigne dan Federico Chiesa, kepintaran Domenico Berardi, dan naluri mencetak gol Ciro Immobile yang jadi andalan di lini depan.

Di lini tengah, trio Jorginho, Nicolo Barella, dan Marco Verratti akan jadi andalan. Sedangkan di lini belakang duo pemain senior di jantung pertahanan, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chellini akan coba memberikan rasa aman bagi Donnarumma.

Dengan materi pemain seperti ini, Italia tentu bukan tim berlabel favorit juara seperti halnya Prancis, Belgia, atau bahkan Inggris. Akan tetapi, Italia tetap memiliki potensi untuk mengejutkan banyak pihak di Piala Eropa Euro 2020 (Euro 2021).

Langkah pertama Italia untuk meraih hasil bagus akan diuji oleh Turki. The Crescent Stars jelas bukan lawan yang bisa begitu saja diremehkan oleh Italia.

Turki yang diarsiteki pelatih Senol Gunes menjalani tahun 2021 dengan menyenangkan. Turki belum lagi merasakan kekalahan dalam enam pertandingan terakhir mereka.

Torehan ini jadi modal untuk mengimbangi Italia yang juga sedang menanjak performanya. Turki pun tak perlu berkecil hati dengan catatan tidak pernah menang dalam 10 bentrok terakhir kontra Italia.

Skuad Turki yang tampil di Piala Eropa Euro 2020 (Euro 2021) memiliki potensi untuk melangkah jauh di turnamen ini. Hal ini didukung materi pemain yang mayoritas bermain di luar kompetisi domestik.

Di skuad Turki terdapat empat pemain yang bermain di Liga Italia. Dua di antaranya memperkuat klub top Italia yakni Merih Demiral (Juventus) dan Hakan Calhanoglu (AC Milan).

Selain Demiral dan Calhanoglu, Turki diperkuat Caglar Soyuncu (Leicester City), Ozan Kabak (Liverpool), hingga trio Lille yang sukses jadi juara Ligue 1; Zeki Celik, Yusuf Yazici, dan Burak Yilmaz.

Jam terbang yang dimiliki para pemain ini bakal krusial saat melakoni laga pertama melawan Italia. Dengan Calhanoglu dan Yilmaz di lini depan, Turki berpotensi membuat Italia menjalani laga pertama yang tidak menyenangkan.

Potensi Turki merepotkan Italia juga terbuka mengacu lima partisipasi terakhir Gli Azzurri di ajang Piala Eropa. Sejak Piala Eropa 2000, Italia hanya dua kali menang dari lima pertandingan di laga perdana fase grup.Dua pemain ini menjalani musim yang bagus bersama tim masing-masing. Khusus Yilmaz, kontribusi besarnya buat Lille membuat penyerang gaek berusia 35 itu pantang diremehkan.

Di Piala Eropa 2000, Italia bertemu dengan Turki di laga pembuka yang berakhir dengan skor 2-1. Setelah itu, Italia ditahan 0-0 oleh Denmark (Piala Eropa 2004), kalah 0-3 dari Belanda (Piala Eropa 2008), imbang 1-1 vs Spanyol (Piala Eropa 2012), dan menang 2-0 atas Belgia (Piala Eropa 2016).

Catatan itu memperlihatkan laga perdana bukan hal yang menyenangkan buat Italia. Oleh karena itu, Italia mesti waspada karena Turki berpotensi jadi kerikil dalam perjalanan mereka di Piala Eropa Euro 2020 (Euro 2021).