Samuel Umtiti dikabarkan menangis saat bertemu dengan Presiden Barcelona, Joan Laporta, ketika membahas masa depan sang pemain di klub Catalunya.
Pertemuan antara Joan Laporta dan Samuel Umtiti itu terjadi saat masa bursa transfer musim panas lalu.

Barcelona sebelumnya sangat marah dengan sikap Umtiti yang enggan untuk meninggalkan klub. Padahal, manajemen Blaugrana sangat menginginkannya keluar.

Bahkan, Barcelona sempat mengancam Umtiti untuk memilih mengundurkan diri atau dipecat.

Saat itu Barcelona dikabarkan sudah kehabisan kesabaran dengan pemain Prancis tersebut. Pasalnya, Umtiti telah lama menjadi salah satu pemain yang ingin dilepas Barcelona lantaran memiliki gaji yang tinggi tapi tidak banyak berkontribusi bagi tim.

Barcelona juga telah memiliki perjanjian dengan Umtiti dengan memberinya kesempatan untuk unjuk gigi di pramusim.

Jika tampil kurang meyakinkan di pramusim, maka Umtiti harus pergi. Sang pemain menyetujui kesepakatan itu.

Alhasil, Umtiti tidak tampil meyakinkan selama pramusim. Barca pun memberi pilihan kepada Umititi untuk pergi sendiri pada pekan itu atau klub yang akan memutus kontraknya.

Namun, Laporta dan Umtiti dikabarkan telah menggelar pertemuan terakhir untuk membahas masa depan sang pemain. Dilansir Darrio AS melalui Football Espana, dilaporkan dalam pertemuan tersebut Laporta sangat tegas pada keputusannya untuk memutus kontrak Umtiti.

Sebaliknya, Umtiti justru membela diri dengan menyalahkan perawatan medis klub yang bekerja dengan buruk sehingga membuatnya lama pulih dari cedera. Bahkan, Umtiti harus mengeluarkan dana sendiri untuk mengobati cederanya.

Saat berbicara itulah Umtiti menangis. Laporta pun akhirnya mengerti kalau Barcelona juga kurang maksimal dalam membantu proses penyembuhan cedera Umtiti.

Laporta kemudian memeluk Umtiti dan mengatakan akan meminta Ronald Koeman untuk memberikannya kesempatan tampil di Barcelona musim ini.

Tags :